TAKAT PROTAGONIS I
ㅤㅤ
Takat protagonis I: Pikiran orang nekat.
Menentang keluarga, Kareenina Lenggawa nekat mengancam untuk mengambil saham keluarga secara paksa.
Kareenina Lenggawa menjadi sorotan saat buka suara tidak akan menikah.
❏ ❏ ❏
Metha membuang tablet-nya ke sofa dengan penuh amarah. "Ngga habis pikir gue sama lambe nyinyir ada aja yang dibawa ke permukaan," katanya sambil membuang nafas gusar.
Kareenina sedari hanya duduk dan menyimak banyaknya berita burung tentangnya, entahlah reaksi dia biasa saja. Mungkin karena sudah lama ia mendapat skandal seperti ini.
"Kok diem sih, Kar? Ini namanya percobaan mencemarkan nama baik. Lo nggak sadar?!" Gadis berusia 25 tahun itu merapikan rambutnya sembari mengambil tablet yang Metha buang. "Gue nggak tau."
"Harusnya keluarga lo buka suara juga perihal warisan. Bukannya diem," ujar Metha yang masih berapi-api, "kalau begini terus gue nggak mau lo selalu bersihin nama sendirian tanpa orang yang terlibat di skandal itu," lanjutnya.
Kareenina terkekeh dan merangkul Metha yang merupakan manager pribadi sekaligus sahabat karibnya meski usia mereka yang terpaut 4 tahun itu. "Keluar yuk? Gue laper."
"Ck, bisa-bisanya lo keluar di saat berita kesebar luas begini." Kareenina hanya mengangkat bahunya santai, "gue akan pakai kostum ninja supaya orang nggak tau." Mengatakan hal itu Metha langsung menarik rambutnya dengan pelan.
"Pokoknya lo nggak boleh keluar!" titah Metha tegas, "tunggu sampai lo dipanggil sama stasiun televisi dan kasih keterangan yang sebenarnya." Kareenina melepaskan rangkulannya dan mengangguk pasrah.
Ting! suara bel muncul dari pintu apartemen Kareenina. Saat dibuka oleh Metha, sesosok lelaki datang dan membawa setumpuk kertas. "Pak Genta?"
"Kenapa ke sini? Kareen belum siap ke media masa." Namun Genta— produser film yang pernah satu tim dengan Kareenina menggeleng. "Bukan, saya hanya memberikan naskah untuk pembuatan film yang rilis 3 bulan lagi." Mendengar hal itu, Kareenina yang sedang menyisir pun sisirnya tersangkut di rambutnya.
"Perasaan saya sejauh ini belum menandatangani kontrak, kok mendadak?" Genta mendekati Kareenina dan memberikan naskah di depannya. "Memang iya, tapi ini saya dititah oleh pamanmu buat ikut serta dalam film yang sudah ditulis oleh penulis ternama. Project yang cukup besar supaya namamu tetap di atas dan berhenti untuk keras kepala."
"Edan," batinnya. Kareenina mengambil naskah itu sambil membuka dan membolak-balikkan kertas, melihat jalan ceritanya sekilas. "Siapa lawan main saya?"
"Kamu mau?" tanya Genta terkejut. Kareenina masih fokus dengan naskah yang berada di tangannya.
"Anggap aja saya lagi gabut makanya saya mau." Metha sama terkejutnya ketika dengan mudahnya temannya mengambil kontrak itu tanpa basa-basi terlebih dari pamannya. "Tapi kalau pakai catatan saya harus cari pasangan, mungkin saya akan ke atap gedung apartement dan loncat layaknya Cat Woman baru cari pendamping."
Metha memutar bola matanya, memang selain nekat Kareenina Lenggawa adalah wanita yang ngaco.
#STERTORA — Regards ©SIREN, 2020.
Komentar
Posting Komentar