TAKAT PROTAGONIS II

ㅤㅤ
       
Takat protagonis II: Sasaeng Jahanam. 



"Gue udah nggak waras."

Kalimat itu selalu berputar di pikiran Kareenina semenjak ia menerima begitu saja tawaran film dari Genta. Ingat akan perkataan beliau, mengenai dititah oleh pamannya untuk membersihkan nama serta perjalanan kariernya membuat Kareenina memijat kepalanya pening. 

"Tua-tua meresahkan," ujarnya sambil memegang naskah yang diberikan oleh Genta tadi. "Gue harus periksa ke kejiwaan." 

                                       ❏  ❏  ❏


Britshole Productions, Jakarta Selatan. 

Sang dara menampakkan insannya begitu masuk ke sebuah tempat yang mungkin menjadi awal dari langkah selanjutnya. Setelah dipikir-pikir, sifat nekatnya yang membawa skandal tak berguna itu sudah membuatnya semakin strees. Karena semenjak itu pula pendapatanya mulai menurun, kalau kata putri berakhiran nama Lenggawa itu, Nemo a.k.a moNEy MOgok

"Mbak Kareenina Lenggawa di sini??" Ketika salah satu karyawan bersuara, semua netra tertuju pada puan nama jelita dengan Metha dan beberapa bodyguard di belakangnya. Kareenina hanya tersenyum tipis sambil membenahi kacamata hitamnya yang merosot. 

"Selamat datang di rumah kedua, Nina." Briandaru yang tak lain adalah paman (jahanam) Kareenina memberikan sambutan dengan senyum merekah. "Semoga betah ya, kamu tau Om di sini jadi siapa?"

"Nggak minat," batinnya nyinyir. 

"Om di sini jadi executive produser," jawabnya atas pertanyaan beliau sendiri sambil tersenyum, melihat raut muka keponakannya itu suram, seperti hidupnya. Kareenina sedikit terkejut dan berusaha menyembunyikan terkejutnya dengan tersenyum. Pemaksaan. "Ni om-om pengen nyiksa gue kali ya," batinnya lagi.

"Oke, langsung aja ya. Kita diskusi pasal film yang nanti mulai beroperasi, Genta udah nunggu." Briandaru melihat jam tangannya sembari menengok kanan kiri, seperti menunggu kehadiran seseorang. Kareenina menurutinya dan mengikuti langkah kaki Briandaru dan berakhir di sebuah ruang rapat yang berisikan karyawan serta staff yang sudah menunggu. 

Kareenina hanya merespon seadanya ketika disambut senyuman oleh Genta. Masih sedikit kesal karena kejadian penggebrekan rumah kemarin. "Lho, pemeran cowoknya belum datang?" tanya Genta, Briandaru menggelengkan kepala pertanda jawaban, "jalanan macet, kayanya habis ini."

"Sorry sorry telat." Terdengar suara terbukanya pintu dari lelaki yang tampak nafasnya tersenggal-senggal. Perhatian semua orang di sana teralihkan, terkecuali Kareenina. 

Ia masih memakai kacamata hitam dan mengambil gelas air di depannya untuk diminum. Saat ia menoleh, tiba-tiba Kareenina tersedak hingga mengeluarkan semburan air dan terkena di salah satu karyawan.

"Nah ini dia yang ditunggu akhrinya datang. Halo, Ravon." 

Seperti disambar petir, Kareenina melepaskan kacamata hitamnya. Menatap lelaki yang di depan pintu dengan tak percaya, rupanya ini alasan mengapa Genta tak memberitahunya siapa lawan mainnya. 

Sudah ada Briandaru, lalu datang anak ayamnya. Mungkin setelah ini proses perbaikan namanya akan jauh lebih sengsara.


#STERTORA — Regards, ©#SIREN 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAKAT PROTAGONIS III

TAKAT PROTAGONIS I